Minggu, 23 Desember 2012

Review Facebook Part 1

Saya heran dengan keadaan Facebook pada saat ini. Ada beberapa hal yang bahkan membuat saya "cetar membahana facepalm" mungkin bisa membuat saya berpikir 2x untuk membuka facebook sambil melihat berbagai update-an status yang penuh dengan 4 el 4 ye. Namun yang jadi masalah bukan masalah itu, ini menyangkut soal server yang dihandle oleh facebook. Sudah berapa banyak facebook ini mengeluarkan uang demi menambahkan server yang kian semakin merajalela nya para pengguna facebook yang dikhawatirkan bakal berpuncak pada  deadlock. Bisa jadi sih kepikiran soal deadlock. Tau2 sang foundernya mengalami sesuatu yang mengharuskannya untuk menutup facebook ? bisa jadi.

Tujuan utama facebook dibuat dulu adalah membuat semua jaringan mereka2 yang masih ingin membuat relationship terutama soal bisnis. Bahkan banyak sekali yang melakukan transaksi jual beli dengan sesama pengguna facebook. Ini hal yang paling memberatkan facebook sebenarnya seperti membuat acoount palsu dengan teknik "LAY CODE" seperti c0d3 53m4c4m 1n1 ( cukup sulit juga untuk mengetik cepat karena bukanlah spesialisasi saya. Dulu kan sebenarnya akun facebook ditujukan pada mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan tampaknya "the kabita lovers" sudah mulai menggerogoti soal facebook dan membuat semakin berat dengan banyaknya anak kecil yang menggunakan inspirasi untuk bereksperimen dengan mencurahkan perasaannya bahkan mengata2i orang tuanya sendiri ataupun menyindir secara backtal (?) maupun frontal :D yang paling parah adalah social media seperti facebook ini bisa mengajarkan penggunanya untuk suudzan atau berprasangka buruk. TIdak percaya ? liat saja sendiri efeknya kalau anda frontal tanpa sebab.

Istilah lain untuk facebook banyak yang bilang tempat bermukim para labilers dan alayers. Yah, memang banyak orang yang berpendapat seperti itu tapi sudah beberapa kali direview bahwa jangan terlalu banyak membuat masalah atau spamming tetap saja tidak digubris. Memang susah kalau hak mereka yang dibilang seperti alay itu kita langgar. Karena itu adalah salah satu hak asasi juga. Bebas memiliki account berapapun BAHKAN BUAT SELINGKUH. Maaf, agak sedikit frontal untuk hal ini hehehe :D. Sangat disayangkan  apabila ada pengguna facebook yang lupa password sampai harus membuat account lagi ? kenapa tidak menggunakan forgot password ? bahkan ada yang bilang males karena terlalu ribet. Hehehe, kalau saya pikir sih lebih ribet bikin facebook lagi daripada bikin password atau regenerate password baru untuk itu hehehe... Terbenak dalam pikiran lagi bahwa membuat nama di facebook harus asli kan ? yaa setidaknya menggunakan nama panggilan atau nama lengkap dan itu resmi bahkan ada yang bangga memperlihatkan gelar S.E. atau apalah itu :). Tidak masalah sih yang jadi masalah adalah bagaimana kalau namanya seperti KRD Ekonomi atau Commuter line ? ini yang jadi ribet.

Nah, kembali lagi ke server. Server semakin penuh harus semakin ditambah. Biaya pun tidak murah bahkan "cetar melambung tinggi naik macam pesawat ulang alik* (YES, sedikit-sedikit bisa merevisi kata2 syahrini nih hahaha... ). Intinya tidak semudah yang dibayangkan untuk menambah server seperti nambah tempe dan tahu atau sayur di warteg. Itu lah mengapa sekarang facebook mulai menambah di page2 update atau bagian content tertentu yang isinya berupa google adsense. Believe it or not ? lalu kemanakah facebook credits yang dibanggakan oleh facebook sendiri ? Laku kah ? pasang iklan mungkin sudah lesu atau terlalu mahal ? Mungkin bisa terjadi hal sedemikian rupa karena titik bisnis itu selalu ada titik jenuhnya jadi bagaimana solusi facebook untuk mengantisipasi ini ? 

See you on part 2 :D